BERITA TERKINI LUMAJANGl: PERAMPAS MOTOR KEPONAKAN WABUP DITEMBAK     SITOBONDO: BUS SERUDUK BELAKANG AVANZA, DUA TEWAS     MADIUN: PETUGAS RAZIA PENUMPANG KA TANPA TIKET     KEDIRI: PIKAP PEMUDIK MASUK PARIT, 4 LUKA BERAT     IMSAK SURABAYA DAN SEKITARNYA PUKUL 04.01 WIB      MESIN ERROR, LION BANJARMASIN-SURABAYA DITUNDA      JTV TERIMA LAPORAN MASYARAKAT MELALUI 031-71855000     PONOROGO: HTI KECAM RENCANA PEMBAKARAN ALQURAN     POHON TUMBANG MACETKAN ARUS LUMAJANG-MALANG     LUMAJANG: HUJAN SEMALAMAN, JALUR SELATAN LONGSOR     SUARABAYA: H-4 PEMUDIK PADATI TERMINAL BUNGURASIH     BANYUWANGI: H-4 PENUMPANG GILIMANUK MENINGKAT 40%     PACITAN: 10 PERSEN ANGKUTAN LEBARAN BERMASALAH     GRESIK: RATUSAN IBU-IBU REBUTAN SEMBAKO MURAH     SUMENEP: PREMIUM DI KANGEAN TEMBUS RP 10.000/ LT     IMSAK SURABAYA DAN SEKITARNYA PUKUL 04.02 WIB     JTV TERIMA LAPORAN MASYARAKAT MELALUI 031-71855000     RADIO DI PASURUAN HAPUS LAGU-LAGU MALAYSIA     KAPOLDA SIDAK PENGAMANAN MUDIK DI STASIUN KA     PONOROGO: TRUK TANGKI PERTMINA V MOTOR, 1 TEWAS     
Budaya | Politik | Hukum dan Kriminal | Selebritis | Ekonomi Bisnis


BUDAYA

Proyeksi untuk Wirausaha

GUBENG - Sejak semester genap tahun akademik ini, Jurusan Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya mewajibkan mahasiswa semester II untuk membuat karya. Karya tersebut adalah desain dalam bentuk software dan replika barang.


Program autocad digunakan untuk membuat desain, sedangkan untuk replika bentuk, tripleks digunakan sebagai bahan baku. "Ini adalah salah satu tugas mata kuliah proses produksi," ungkap Tigor Tambunan, dosen jurusan teknik industri kampus yang berlokasi di Ngagel Jaya Tengah tersebut. Sejauh ini, barang yang dibuat adalah replika kendaraan. Ada kapal, sepeda motor, mobil, pesawat, dan becak.

Urutan kerja tugas tersebut adalah membuat sketsa manual lewat corat-coret pensil atau pulpen. Kemudian, mahasiswa menyusun desain tiga dimensi dengan program autocad. Setelah itu, mereka membuat bagian-bagian desain tersebut. "Tiap replika memiliki bagian kecil-kecil," tambah Tigor.

Nah, membuat bagian kecil-kecil itulah yang dianggap tahap paling sulit dalam menyelesaikan tugas tersebut. Sebab, sebuah desain bentuk memiliki bagian-bagian atau kerangka yang jumlahnya puluhan, bahkan ratusan. Ukuran dan seginya beraneka ragam.

"Paling pusing ya memikirkan bagian-bagian kecil tersebut supaya sesuai dengan bentuk suatu barang, pesawat misalnya," ungkap Felix Hengky Budiono, salah seorang mahasiswa jurusan teknik industri.

Bila bagian-bagian sudah diciptakan, barulah dibuat pola dua dimensi dari tiap bagian itu. Pola tersebut kemudian dicetak di selembar kertas dengan skala satu banding satu. Dari kertas itu, dijiplak ke selembar tripleks. Otomatis, di tripleks tersebut nanti ada bagian-bagian atau kerangka bentuk desain awal tiga dimensi.

Bagian-bagian yang bersatu di tripleks tersebut kemudian dipisahkan satu-satu dengan menggunakan gergaji tangan atau gergaji mesin otomatis. Dalam segi nilai mata kuliah, mahasiswa yang menggunakan gergaji tangan akan memeroleh nilai yang lebih tinggi daripada yang menggunakan gergaji mesin otomatis.

Bagian-bagian tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah replika. Tentu saja, desain awal berbentuk sama dengan replika yang ingin dibuat.

"Replika macam ini di luar negeri sana dijualbelikan," urai Tigor seraya menunjukkan sejumlah replika milik para mahasiswanya.

Karena itu, menurut rencana, tahun depan jurusan teknik industri akan membuat banyak replika untuk diperjualbelikan. Kebetulan, kampus STTS juga memiliki program kewirausahaan.

Felix mengungkapkan, secara biaya, harga untuk sebuah replika tergolong murah. Hanya bermodal tripleks dan tinta print. Mungkin biayanya hanya Rp 15 ribu-Rp 20 ribu. Namun, ide suatu desain itu mahal.

"Soalnya, kami membuat sendiri kerangka tiap bentuk. Ngepaskan dengan desain secara keseluruhan itu yang sulit," tutur alumnus SMA Santa Agnes tersebut.

Keterampilan menggunakan gergaji tangan saat memotong-motong kerangka-kerangka kecil desain tersebut juga cukup sulit. Bila menggunakan gergaji mesin otomatis, biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal. Harganya mencapai Rp 100 ribu. (rio/c6/ttg)



RUNNING TEXT ::. MALANG: PENCURI BERAKSI DI KAYUTANGAN III ARAYA     ::. MALANGl RUKO HP DI BELIMBING DIBOBOL MALING     ::. BLITAR: TUKANG BECAK ANTRE SEMBAKO DI BALAI KOTA     ::. BANYUWANGI: DUA KAPOLDA SIDAK PELABUHAN KETAPANG     ::. DISITA 1,5 KG SABU DARI WANITA WARGA FILIPINA      ::. BEA CUKAI JUANDA GAGALKAN PENYELUNDUPAN SABU-SABU     ::. SUMENEP: WARGA LENTENG TEMUKAN ULAR PYTON 5 METER     ::. LUMAJANG: PERBAIKI LISTRIK, WARGA TEWAS KESETRUM     ::. SURABAYA: MAHASISWA S2 ITS DIDUGA TEWAS OVERDOSIS     ::. KONJEN JEPANG TINJAU FASILITAS PMC POLRES SIDOARJO     
Madura | Malang | Madiun | Jember | Kediri
Banyuwangi | Bojonegoro
©2010 PT. JAWA POS MEDIA TELEVISI
Jln. A. Yani 88 Surabaya
Telp. 031-8202170 Fax. 031-8250062